banner 728x250

ANATOMI POLITISASI PILREK KAMPUS UNSRAT

oleh : Reiner Emyot Ointoe*

Die Universität hat die Aufgabe, die Wahrheit in der Gemeinschaft von Forschern und Studenten zu suchen. Sie ist die Stätte, an der das hellste Bewußtsein des Zeitalters sich entfalten soll.”

Example 300x600

(Universitas memiliki tugas mencari kebenaran dalam komunitas peneliti dan mahasiswa. Ia adalah tempat di mana kesadaran paling terang dari zaman dapat berkembang). — Karl Jaspers(1883-1969), Die Idee der Universität(1946).

Universitas Sam Ratulangi resmi berdiri sebagai universitas negeri pada 4 Juli 1961 dengan nama Universitas Sulawesi Utara dan Tengah.

Lalu, pada 14 September 1965 ditetapkan oleh Presiden RI menjadi Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), mengambil nama tokoh nasional Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi.

Sejarah berdirinya UNSRAT berawal dari cita-cita masyarakat Sulawesi Utara dan Tengah pasca-kemerdekaan Indonesia untuk memiliki perguruan tinggi negeri yang dapat menjadi kebanggaan daerah.

Upaya ini pertama kali diwujudkan dengan berdirinya Universitas Pinaesaan di Tondano pada 1 Oktober 1954, yang hanya memiliki Fakultas Hukum.

Kemudian, Universitas Permesta didirikan di Manado pada 23 September 1957. Kedua universitas swasta ini menjadi embrio bagi lahirnya UNSRAT.

Namun, kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan tinggi negeri mendorong lahirnya Perguruan Tinggi Manado (PTM) pada 1 Agustus 1958 dengan empat fakultas: Hukum, Ekonomi, Sastra, dan Tatapraja.

PTM kemudian berganti nama menjadi Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSUT) pada Oktober 1958, lalu menjadi UNISUT pada 1960.

Tonggak penting terjadi pada 4 Juli 1961 ketika Keputusan Menteri PTIP Nomor 22/1961 menetapkan UNISUT sebagai universitas negeri dengan lima fakultas: Hukum, Ekonomi, Kedokteran, Pertanian, dan Keguruan serta Ilmu Pendidikan.

Dalam periode 1961–1965, nama universitas berubah menjadi UNSULUTTENG.

Akhirnya, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 277 tanggal 14 September 1965, universitas ini disahkan dengan nama Universitas Sam Ratulangi, terdiri atas tujuh fakultas.

Dan sejak itu menjadi pusat pendidikan tinggi utama di Manado dan kawasan timur Indonesia, termasuk kehadiran Fakultas Sastra dengan lima jurusan: Antropologi, Sejarah. Bahasa dan Sastra Inggris, Jerman dan Indonesia.

Nama Sam Ratulangi dipilih untuk menghormati Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi, tokoh nasional asal Sulawesi Utara yang dikenal dengan falsafah Sitou Timou Tumou Tou(Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain) yang kemudian menjadi moto UNSRAT.

Sejak berdirinya, UNSRAT berkembang menjadi universitas besar dengan peran penting dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Dengan latar ringkas sejarah Unsrat, pada 1978 saya memilih tes di dua fakultas: ekonomi dan bahasa-sastra Jerman.

Dalam kebimbangan antara dua fakultas, awalnya saya memutuskan ke jurusan bahasa dan sastra Perancis yang baru dibuka.

Tak sampai satu semester, jurusan bahasa dan sastra Perancis ditutup akibat kekurangan dosen pengajarnya.

Tanpa pikir lama, saya memutuskan jurusan bahasa dan sastra Jerman hingga tamat 1985.

Sejak tamat dari Fakultas Sastra Unsrat, Jurusan Bahasa dan Sastra, saya hijrah ke Jakarta dengan bergelandang antara rumah kos di Benhill dan TIM.

Hingga sebelum dipanggil pulang untuk jadi dosen di Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Jerman, sekitar pertengahan tahun 1986, saya mendapat kartu peserta Temu Budaya di TIM yang membahas memasuki 50 Tahun Polemik Kebudayaan dengan kehadiran pencetusnya: Prof. Dr. Sutan Takdir Alisjahbana.

1986. Musim semi politisasi kampus Unsrat tiba.

Pilrek pertama yang saya alami mengalami friksi politik. Terpilihnya dr. Pangaila dianulir oleh intervensi politik birokrat kampus melalui tiga jalur Golkar: ABG.

Dengan dukungan Golkar yang diketuai Kol.(Purn.) Frits Sumampouw, sekutunya di birokrat kampus Unsrat, Prof. Drs. Ronny Tangkudung naik ke tampuk Rektor Unsrat 1986-1994.

1995. Masih dalam musim semi panjang politisasi kampus lewat jalur ABG Golkar, di era Gubernur Sulut dari militer terakhir, Letjen(Purn.) E.E. Mangindaan SIP, sekutu birokrat kampus, Prof. Ir. Jopie Paruntu PhD, MSc., naik lagi ke tampuk Rektor Unsrat 1995-2004.

Kontribusi saya sebagai alumni di era Rektor mendiang Prof. Paruntu dengan terbitnya buku: Sumekola: Biografi Intelektual Prof. Ir. W.J. Waworoentoe MSc(1996) dan Unsrat Lima Peduli Kampus(tidak terbit).

2004. Akhir musim semi itu masih menyisakan riak-riak antara reformasi dengan terpilihnya mendiang Drs. AJ. Sondakh dari Ketua DPRD Provinsi Sulut ke jabatan Gubernur Sulut 2000-2005.

Di era Gubenur Drs. AJ. Sondakh, adiknya, mendiang Prof. Dr. Ir. Lucky Winston Sondakh MeC., masih menjabat Ketua Bapedda Provinsi Sulut, naik lagi ke tampuk Rektor Unsrat.

Legasinya, pendirian patung Dr. GSJJ. Sam Ratulangi dan terbitnya buku: Cahaya di Timur Merambah Pasifik: Pijar-Pijar Pemikiran Dr. GSJJ. Ratulangi(2004) yang dieditori Rektor dan saya sendiri.

2008. Berakhirnya masa Rektor Prof. Sondakh, awalnya memunculkan spekulasi politik kampus Unsrat, dengan isu — besan pemenang Gubernur Pilsung Pertama Drs. SH. Sarundajang(2005-2010) — mendiang Prof. dr. B.H. Moningka masuk sebagai calon Pilrek.

Di tengah isu itu, tanpa halangan yang berarti, mantan Ketua KPU Sulut, Prof. Dr. Donald Rumokoy SH., MH., terpilih jadi Rektor Unsrat(2008-2012).

Namun, musim semi politik muncul lagi. Kekisruhan Pilrek 2012 diulur hingga tahun 2014 dan berakibat di-plt-kan Rektor Prof. Rumokoy.

Dan ini kasus Pilrek di akhir masa jabatan Rektor, Prof. Rumokoy telah mengawali tradisi Plt. Rektor Unsrat hingga sebelum berakhir masa jabatan Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, pada Oktober 2026.

Pada tahun 2014, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas(Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) setelah pemberhentian Prof. Dr. Donald A. Rumokoy.

Meski dengan isu dinamika politik uang dan intervensi gelap „politik merah“ dalam Pilrek Unsrat, Prof. Dr. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA terpilih sebagai Rektor Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2014 dan menjabat selama dua periode berturut-turut.

Masa jabatan pertamanya berlangsung dari 2014 hingga 2018, kemudian ia kembali terpilih untuk periode kedua dari 2018 hingga 2022.

Dengan demikian, total masa kepemimpinan Prof. Kumaat di Unsrat adalah delapan tahun penuh.

Namun naas, pada pertengahan 2026, ia dijerat Kejati Sulut dengan kasus rasuah dan divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Manado pada 15 Juni 2026 dalam kasus korupsi proyek pembangunan gedung fakultas Unsrat.

Ia juga dijatuhi denda Rp50 juta dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp173 juta, subsidair 60 hari kurungan.

2018. Dalam Pilrek Unsrat tahun 2018–2022, Dr. Ir. Angelica Maria Tooy, M.Sc. sempat terpilih sebagai rektor.

Namun hasil pemilihan tersebut kemudian dianulir oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi(Kemenristekdikti).

Alasan utama pembatalan adalah adanya pelanggaran prosedur dan ketidakpatuhan terhadap regulasi nasional dalam proses pemilihan.

Kemenristekdikti menemukan bahwa tata cara pemilihan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk soal keterlibatan pihak yang tidak berhak ikut serta dalam mekanisme pemilihan serta dugaan konflik kepentingan.

Karena itu, meskipun Dr. Tooy memperoleh suara terbanyak, hasilnya tidak disahkan oleh kementerian.

Akibat dianulirnya hasil Pilrek, pemerintah pusat menunjuk Pelaksana Tugas(Plt) Rektor untuk memimpin sementara Unsrat, hingga proses pemilihan ulang dapat dilaksanakan.

Situasi ini menimbulkan dinamika politik kampus yang cukup tajam, karena sebagian civitas akademika mendukung hasil pemilihan, sementara pihak lain menekankan perlunya transparansi dan kepatuhan terhadap aturan.

Alasan lain pembatalan bukan karena proses pemilihan internal semata, melainkan karena adanya temuan pelanggaran administratif dan dugaan konflik kepentingan dalam tata cara pemilihan.

Kali ini politisasi kampus Unsrat diwarnai dengan politik „pemerahan“ dan beredarnya foto politisi PDIP, WL, bersama sejumlah senat Unsrat.

2022. Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng. terpilih sebagai Rektor Universitas Sam Ratulangi untuk periode 2022–2026 melalui proses Pilrek Unsrat yang digelar pada tahun 2022.

Ia merupakan akademisi dari Fakultas Teknik Unsrat dan dikenal lama berkecimpung dalam bidang teknik sipil serta manajemen pendidikan tinggi.

Pemilihannya menandai berakhirnya kepemimpinan Prof. Ellen Joan Kumaat yang menjabat dua periode sebelumnya(2014–2022).

Berty Sompie kemudian dilantik secara resmi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI sebagai rektor definitif, setelah melewati dinamika panjang Pilrek Unsrat yang sempat diwarnai kontroversi pada periode sebelumnya.

Lagi-lagi kutukan Sysiphus menjerat Pilrek Unsrat. Sebelum berakhir masa jabatannya dan menjelang Pilrek Unsrat Oktober 2026, Prof. Sompie diberhentikan Kemendiristek.

Rektor Unsrat periode 2022–2026, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie diberhentikan dari jabatannya pada awal Agustus 2026 ini akibat polemik internal dan dugaan pelanggaran yang dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sebagai gantinya, kementerian menunjuk Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Rektor Universitas Hasanuddin, sebagai Pelaksana Tugas(Plt) Rektor Unsrat.

Meski isu sebelumnya, Rektor Universitas Negeri Manado(UNIMA), Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., Ak., MBA, yang terpilih pada Januari 2025 untuk menjabat periode 2025–2029, konon akan menjabat Plt. Rektor Unsrat karena dianggap dekat dengan Mendiktisaintek, Prof. Dr. Brian Yuliarto.

Akhirnya, naas betul sejarah kepemimpinan Rektor di Unsrat — setelah lebih separuh usia Unsrat(1965-2026) — hanya bisa bergelut dengan warisan dan tradisi kepemimpinan PTN yang „tak putus dirundung“ kisruh Pilrek.

Apakah abnormalisasi Pilrek Unsrat yang lebih dari sepertiga abad ini, akan diakhiri dengan normalisasi dan netralisasi kampus Unsrat?

Kita tunggu hasil Pilrek Unsrat nanti?

Manado, 26 Agustus 2026, ReO Bibliothek Kokima Hill.

*Dosen Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas Sastra Unsrat(1986-2009)

(Purba).

 

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *